Amalan Pada Nisfu Sya'ban
Noelisasyikku, 16 Maret 2022
Nisfu Sya’ban
adalah peringatan tanggal 15 bulan ke delapan dari kalender Islam. Malam Nisfu Sya’ban
dianggap sebagai malam pengampunan, pembebasan, dan penuh berkah. Umat Islam
percaya bahwa malam Nisfu Sya'ban merupakan "malam pengampunan dosa",
"malam berdoa" dan "malam pembebasan". Malam Nisfu Sya'ban
kemudian terus diperingati dengan melakukan amalan-amalan saleh seperti zikir
dan salat.
Amalan Nisfu Sya’ban akan memberikan keutamaan seperti
pengampunan dosa, dikabulkan segala permohonan, dan pahala yang berlimpah.
Untuk itu, akan sangat merugi bila kamu tidak melakukan amalan-amalan Nisfu Sya’ban
ini dengan maksimal.
Nisfu Sya’ban terjadi di tengah-tengah bulan Sya’ban atau
tanggal 15 Sya’ban. Nisfu Sya’ban tahun ini terjadi mulai, 17 Maret 2021 malam
hingga 18 Maret 2021. Puasa pada malam Nisfu Sya’ban sendiri biasanya
dilaksanakan pada Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dikerjakan
pada pertengahan bulan, yaitu pada hari ke 13, 14, dan 15 hijriah tiap bulannya
kecuali pada Ramadan.
Nabi Muhammad SAW berpesan kepada umatnya
untuk tidak melewatkan Nisfu Sya’ban ini. Dalam riwayat Bukhari, Rasulullah
Muhammad SAW bersabda,
"Sya'ban
itu bulan antara Rajab dan Ramadan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat
manusia, padahal dalam bulan ini (Sya’ban) amal-amal hamba itu diangkat
(diterima oleh Allah). Aku ingin amalku diterima oleh Allah di bulan Sya’ban
dalam keadaan aku berpuasa."
Seperti dinarasikan Aisyah, "Rasulullah SAW sempat puasa beberapa
hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW
tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi.
Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan
kecuali saat Ramadhan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di
bulan Sya’ban." (HR Abu Daud).
Niat puasa Nisfu Sya’ban pada malam hari:
Nawaitu shauma ghadin 'an adai sunnati
Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya:
Saya niat puasa sunah Sya’ban besok karena
Allah Ta'ala.
Niat puasa Nisfu Sya’ban pada siang hari:
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adai sunnati
Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya:
Saya niat puasa sunah Sya’ban hari ini karena
Allah Ta'ala.
Pada saat malam Nisfu Sya’ban, memperbanyak doa merupakan amalan
bulan Sya’ban yang sangat mulia. Memperbanyak doa merupakan salah satu cara
yang bisa dilakukan selain berpuasa pada Nisfu Sya’ban.
Hadis riwayat Abu Bakar menyebutkan bahwa Nabi
Muhammad SAW mengatakan:
"(Rahmat)
Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala
sesuatu, kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan
kebencian (kemunafikan)," HR. Al-Baihaqi.
Doa Nisfu Sya’ban
Allahumma ya dzal manni wa la yumannu 'alaika,
ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thowli wal in'am, la ilaha illa anta dhahral
lajin wa jaral mustajirin wa ma'manal kha'ifin.
Allahumma in kunta katabtani 'indaka fî ummil
kitabi syaqiyyan aw makhruman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famkhullahumma fi
ummil kitabi syaqawati wa khirmani waqtitara rizqi, waktubni 'indaka sa'idan
marzuqan muwaffaqan lil khoirat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal
munzal 'ala lisani nabiyyikal mursalin, yamkhullahu ma yasya'u wa yutsbitu, wa
'indahu ummul kitab, wa shallallahu 'ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa
shahbihî wa sallama, walhamdulillahi rabbil 'alamîn.
Artinya:
Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak
diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala
kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang
yang meminta pertolongan, perlindungan orang-orang yang mencari perlindungan,
dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada
Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka
hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq
untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu
adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah
menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’
Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga
beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."
Memperbanyak
Membaca Al Quran
Salah satu amal ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan pada
malam Nisfu Sya’ban adalah membaca Al-Qur’an. Hal ini didasarkan pada
pandangan beberapa sahabat Rasulullah yang menganggap Sya'ban adalah bulannya
Alquran.
Salah satunya seperti Anas bin Malik RA. Dia adalah salah satu
sahabat Nabi Muhammad SAW.
Dalam riwayat Ibnu Rajab, Anas RA bercerita tentang kesibukan
para Sahabat Rasulullah ketika masuk bulan Sya’ban. Salah satunya adalah
membaca Alquran.
Anas bin Malik RA berkata, "Kaum Muslim ketika telah
memasuki bulan Sya’ban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya.
Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan
orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadan."
Memperbanyak Zikir
Amalan di bulan Sya’ban selanjutnya adalah zikir. Zikir
merupakan salah satu amalan yang bisa kamu lakukan saat malam Nisfu Sya'ban.
Memperbanyak zikir saat malam Nisfu Sya’ban tentunya akan memperbanyak pahala
kamu.
Sayyid
Muhammad bin Alawi menjelaskan:
"Seyogianya
seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan
memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad
Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya."
Melaksanakan solat malam
Melaksanakan salat sunah
malam di malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu amalan di bulan Sya’ban yang
tidak boleh dilewatkan. Anjuran ini berdasarkan hadis riwayat al-Albaihaqi dari
‘Ala’ bin Haris, yang artinya:
"Sayyidah A’isyah
berkisah: “Suatu malam Nabi SAW salat, kemudian beliau bersujud panjang,
sehingga aku menyangka bahwa Nabi SAW telah diambil (wafat), karena curiga maka
aku berdiri dan aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak.
Setelah Nabi SAW selesai shalat beliau berkata: “Hai Aisyah, apakah engkau
menduga Nabi SAW tidak memperhatikanmu?”
Lalu aku menjawab:
“Tidak ya Rasulullah, aku hanya berpikiran yang tidak-tidak (menyangka Nabi SAW
telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”.
Lalu beliau bertanya:
“Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”.
Aku menjawab, “Allah dan
Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Nabi SAW berkata, “Malam
ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka
Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang
meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki”.
Selamat menyongsong Nisfu Sya'ban
