Mudahnya Menerbitkan Buku
Di awal mengenal Gurusiana, Oktober 2017 sering saya melihat banner ajakan untuk menulis di Gurusiana kemudian dari kumpulan tulisan itu dibukukan "Gurusiana Dulu Buku Kemudian", tentu maksud dari slogan atau motto tersebut adalah kita diharapkan rajin menulis di Gurusiana, sebab dari tanungan tulisan nanti kita akan memanen menjadi buku karya, baik bauku tunggal maupun buku antologi.
Saya merasakan betul ajakan untuk menulis di Gurusiana, dan saat itu tekad saya adalah memiliki buku karya sendiri dari tabungan tulisan di Gurusiana. Awal bergabung kebetulan saya memiliki pengalaman melaksanakan ibadah haji bersama istri pada tahun 2016, sehingga ada bahan tulisan yang bisa saya share setiap hari di Gurusiana seputar cerita perjalanan ibadah haji, mulai dari saat mendaftar pada tahun 2009, melakukan angsuran Ongkos Naik Haji {ONH}, persiapan fisik, mental dan materi haji melalui kegiatan Manasik Haji, Walimatus Safar, Perjalanan ke Makkah, melaksanakan ibadah haji dan umrah, ziarah dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sekitar Makkah, ke Gua Hira, Jabal Rahmah, Masjid Terapung di laut Merah, Masjid Jin dan Masjid Syajarah, Makam Baqi, dan tempat-tempat lainnya di sekitar Makkatul Mukaromah.
Saat melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi Madinah, Ziarah ke Masjid Qiblatain, Masjid Quba, Masjid Abu Bakar, Jabal Uhud, Kebun Kurma, Jabak Magnet dan tentunya bekunjung dan berdoa di Makam Rasulullah dan dua saudaranya Abu Bakar dan Umar Bi Khattab yang berada di Roudhoh, Masjid Nabawi, juga ke Museum Asmaul Husna dan tempat bersejarah lainnya di sekitar kota Madinatul Munawaroh.
Kumpulan 55 kisah perjalan ibadah haji yang saya share di Gurusiana sekitar 3 bulan akhirnya saya kumpulkan naskahnya, saya urutkan berdasarkan waktu kejadian, dan akhirnya saya serahkan ke Penerbit Pustaka Mediaguru dan akhirnya terbitlah buku perdana penulis yang berjudul Pak Guru Menjadi Tamu Allah, buku setebal 154 halaman ini akhirnya tercetak dua kali sebanyak 100 eksemplar pada cetakan perdana dan 400 eksemplar pada cetakan kedua, pada tahun 2018. Buku ini menjadi modal saya untuk mengenalkan diri sebagai penulis pemula.
Selanjutnya buku kedua kolaborasi dengan siswa dengan judul Ada Cinta di Madrasah, juga merupakan buku yang naskahnya saya ambil dari kumpulan tulisan saya di Gurusiana yang berupa kumpulan cerpen, ada 4 siswa Madrasah yang bergabung di buku kedua ini.
Buku ketiga juga sama Mewujudkan Pembelajaran IPS yang Seru dan Menyenangkan, buku kumpulan best practice pembelajaran IPS ini dieditori oleh Bu Istiqomah, Editor Senior Mediaguru, buku yang terbit 2018 ini sempat saya ikutkan lomba Menulis Buku/Bahan Ajar bidang IPS tingkat SMP/MTs yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya, alhamdulillah setelah melalui penjurian konten naskah,pameran, wawancara dengan tim juri, akhirnya buku ini menjadi Juara Kedua, berhak mendapatkan Serifikat, Piala dan Uang Pembinaan dari Panitia Lomba, yang diserahkan pada acara Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Surabaya tahun 2018.
Ternyata slogan Gurusiana Dulu Buku Kemudian bukan sekedar slogan kosongan, tapi terbukti sudah puluhan ribu buku yang lahir di Mediaguru setelah penulisnya menabung tulisan di Gurusiana, pada saatnya tinggal memanen dan menjadikan sebuah buku yang tertulis nama kita di covernya.
Bagaimana dengan tulisan kita di Gurusiana, apakah bisa dijadikan buku? Tunggu ulasan berikutnya pada tulisan saya berikutnya.
Surabaya, 24 Februari 2022
